Pencurian Kabel di Tambora Terbongkar, Mantan Teknisi PLN Terlibat
Koran Sukabumi – Pencurian Kabel di Tambora yang terjadi di kawasan Tambora, Jakarta Barat, berhasil dibongkar oleh aparat kepolisian setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Ternyata, salah satu pelaku utama dalam pencurian tersebut adalah mantan teknisi PT PLN (Persero) yang memanfaatkan pengetahuan teknisnya untuk melakukan aksi kejahatan ini. Aksi pencurian yang merugikan perusahaan listrik negara dan masyarakat setempat ini terbongkar setelah polisi berhasil mengidentifikasi modus operandi yang digunakan oleh pelaku.
Modus Operandi Pencurian Kabel Listrik
Kejadian ini bermula ketika sejumlah warga di sekitar Kawasan Tambora melaporkan adanya gangguan pasokan listrik secara mendadak yang mengakibatkan pemadaman listrik berkepanjangan. Setelah melakukan penyelidikan dan pengecekan lapangan, petugas PLN menemukan bahwa sejumlah kabel listrik di beberapa titik distribusi telah hilang atau dicuri. Kabel yang hilang terdiri dari kabel tembaga yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa kabel-kabel tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan dipotong dan dicuri secara terorganisir. Polisi yang kemudian terlibat dalam kasus ini, mengungkapkan bahwa pelaku pencurian memiliki pengetahuan yang mendalam tentang instalasi listrik dan pemasangan kabel. Hal ini mengarah pada dugaan kuat bahwa salah satu pelaku adalah seorang mantan teknisi yang pernah bekerja di PT PLN.
Baca Juga: APBD 2026 Masih Dievaluasi Ribuan ASN hingga Wali Kota Lhokseumawe Belum Terima Gaji
Mantan Teknisi PLN Terlibat
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku utama yang berinisial RS, seorang pria berusia 45 tahun yang merupakan mantan teknisi PT PLN. RS diketahui pernah bekerja sebagai teknisi selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut beberapa tahun lalu.
Dari penyelidikan, polisi menemukan bahwa RS memanfaatkan keahliannya dalam bidang kelistrikan untuk melakukan pencurian kabel-kabel tembaga yang terpasang di jaringan distribusi listrik. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, RS mampu memotong kabel dengan presisi dan tanpa menimbulkan kerusakan besar pada jaringan listrik yang ada, sehingga tidak mudah terdeteksi.
RS bersama dengan beberapa rekannya yang kini juga telah ditangkap, melakukan pencurian kabel di berbagai titik di kawasan Tambora. Mereka kemudian menjual kabel hasil curian tersebut ke pasar gelap dengan harga yang sangat menguntungkan, mengingat tingginya permintaan untuk tembaga yang digunakan dalam kabel listrik.
Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti
Setelah melacak jejak para pelaku dan mendapatkan bukti yang cukup kuat, polisi melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap RS dan dua rekannya yang terlibat dalam pencurian kabel tersebut. Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan sejumlah kabel tembaga hasil curian, serta alat-alat yang digunakan untuk memotong dan mencuri kabel.
Selain itu, polisi juga berhasil menyita kendaraan yang digunakan oleh para pelaku untuk mengangkut kabel curian. Di hadapan polisi, RS mengaku bahwa ia dan rekannya telah melakukan pencurian kabel di beberapa lokasi di Jakarta Barat, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Pelaku ini memanfaatkan bekal pengetahuan yang dia miliki sebagai teknisi untuk melakukan pencurian dengan cara yang cukup profesional. Kami berhasil mengungkap jaringan ini berkat kerja sama dengan pihak PLN dan masyarakat sekitar,” ujar Kapolsek Tambora, Kompol Agus Sutrisno, dalam konferensi pers yang digelar setelah penangkapan.
Pencurian Kabel di Tambora Kerugian yang Ditimbulkan dan Dampak kepada Masyarakat
Pencurian kabel listrik ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi PT PLN dan tentunya bagi masyarakat yang terdampak oleh pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa hari. Selain itu, gangguan pasokan listrik ini juga menyebabkan beberapa sektor penting, seperti rumah sakit, pabrik, dan rumah tangga mengalami kerugian tambahan akibat ketidakstabilan pasokan listrik.
“Kejadian ini sangat merugikan kami, karena selain kerugian finansial, kami juga harus memperbaiki dan mengganti jaringan yang telah dicuri. Pemadaman yang terjadi juga mengganggu masyarakat, terutama di wilayah yang terkena dampak langsung,” jelas Manager Humas PT PLN Jakarta, Diana Mutiara.
Selain itu, pencurian kabel ini juga berisiko mengganggu keselamatan masyarakat. Kabel yang dipotong dan tidak terpasang dengan baik dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau kepanasan kabel yang membahayakan jiwa. Hal ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian dan PLN dalam mencegah aksi serupa di masa depan.
Upaya Keamanan dan Pencegahan ke Depan
Polisi dan pihak PLN menyatakan akan meningkatkan upaya keamanan di sekitar infrastruktur kelistrikan dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pencurian, serta meningkatkan patroli keamanan di wilayah yang menjadi lokasi pencurian kabel. Selain itu, PLN juga berencana untuk mengganti beberapa kabel dengan material yang lebih sulit untuk dicuri, untuk meminimalisir kerugian di masa depan.
“Kami akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mencegah terjadinya pencurian kabel listrik ini. Ke depan, kami juga akan berusaha mengganti material kabel yang lebih sulit untuk dicuri,” tambah Diana Mutiara.
Pelajaran bagi Perusahaan dan Masyarakat
Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan terkait untuk lebih ketat dalam mengawasi kegiatan operasional dan memastikan bahwa tidak ada pihak yang memanfaatkan jabatan atau pengetahuan teknis untuk melakukan tindakan kriminal. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk lebih aktif melaporkan kejadian mencurigakan yang dapat merugikan lingkungan sekitar, seperti pencurian kabel atau aktivitas ilegal lainnya.
Kesimpulan
Pencurian kabel listrik yang terjadi di kawasan Tambora ini menunjukkan bagaimana pengetahuan teknis bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Melibatkan seorang mantan teknisi PT PLN dalam kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap profesional yang memiliki akses dan pemahaman tentang infrastruktur penting seperti jaringan kelistrikan. Pihak kepolisian akan terus menggali kasus ini untuk mengungkap lebih banyak pihak yang terlibat dan memastikan agar praktik ilegal seperti ini dapat dihentikan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.





