Koran Sukabumi – Wakil Wali Kota Sukabumi menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah maraknya cyberbullying, terutama di kalangan anak muda. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah kegiatan pemutaran film edukatif bertema anti-bullying yang digelar di salah satu pusat kegiatan masyarakat,
baca juga: Overkapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 20 Warga Binaan ke Warungkiara
Media Film Jadi Sarana Edukasi
Menurutnya, penggunaan film sebagai media sosialisasi sangat efektif, karena mampu menyentuh emosi dan menyampaikan pesan secara lebih nyata. Lewat cerita visual, masyarakat – terutama pelajar – bisa lebih memahami dampak buruk dari perundungan di dunia maya.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Media film adalah jembatan yang bagus untuk memberi pemahaman. Dengan menonton, mereka bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi korban dan mengapa bullying tidak boleh dibiarkan,” ujar Wakil Wali Kota.
Cyberbullying Kian Marak
Fenomena cyberbullying semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda. Bentuknya beragam, mulai dari komentar kasar, penyebaran foto tanpa izin, hingga fitnah digital. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada mental korban, tetapi juga bisa memicu konflik sosial.
“Kalau tidak dicegah, cyberbullying bisa merusak masa depan generasi muda kita. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama: orang tua, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat luas,” tambahnya.
Peran Orang Tua dan Sekolah
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga mengingatkan peran penting orang tua dan guru. Menurutnya, pengawasan dan komunikasi yang baik dapat membantu anak lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Pemerintah bisa membuat program, tapi yang paling dekat dengan anak-anak adalah keluarga dan sekolah. Mereka harus hadir, mendengarkan, dan memberikan pendampingan,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Pemerintah Kota Sukabumi pun membuka ruang kolaborasi dengan komunitas film, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat.
Penutup
Pesan Wakil Wali Kota Sukabumi melalui media film menjadi pengingat penting bahwa mencegah cyberbullying bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kesadaran bersama.






