Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Polisi Gagalkan Peredaran 5.095 Cartridge Etomidate di Kalibata 3 Orang Ditangkap

Polisi Gagalkan Peredaran
Skintific

Polisi Gagalkan Peredaran 5.095 Cartridge Etomidate di Kalibata, 3 Orang Ditangkap

Koran Sukabumi –  Polisi Gagalkan Peredaran Resor Jakarta Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika dan obat berbahaya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, setelah menangkap tiga orang yang terlibat dalam penyelundupan dan distribusi obat terlarang jenis etomidate dalam bentuk cartridge. Sebanyak 5.095 cartridge etomidate yang disembunyikan dalam sebuah mobil berhasil disita oleh polisi, mengungkap jaringan peredaran obat-obatan terlarang yang berisiko tinggi bagi kesehatan.

Etomidate, yang umumnya digunakan dalam praktik medis sebagai anestesi atau obat bius dalam prosedur pembedahan, juga memiliki potensi penyalahgunaan yang sangat besar. Obat ini, meskipun tidak termasuk dalam kategori narkotika keras, dapat menimbulkan efek psikoaktif yang membahayakan jika digunakan tanpa pengawasan medis yang tepat. Dalam kasus ini, pihak kepolisian menduga bahwa cartridge etomidate tersebut akan dijual secara ilegal di kalangan pengguna narkoba atau pihak-pihak yang memiliki niat buruk.

Skintific

Penangkapan dan Pengungkapan Jaringan Peredaran Obat Terlarang

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tentang adanya aktivitas peredaran obat-obatan terlarang yang melibatkan etomidate di Jakarta Selatan. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian akhirnya berhasil melacak dan mengidentifikasi kendaraan yang mencurigakan yang membawa barang bukti tersebut.

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, petugas kepolisian melakukan penggeledahan di sebuah mobil yang terparkir di sekitar area Kalibata. Di dalam mobil, petugas menemukan lebih dari lima ribu cartridge etomidate yang tersegel rapi, siap edar. Setelah memeriksa lebih lanjut, polisi menangkap tiga orang yang berada di dalam kendaraan, yang diduga sebagai pelaku utama dalam peredaran obat terlarang tersebut.

“Ini adalah salah satu pengungkapan kasus yang cukup besar, mengingat etomidate meskipun bukan narkotika, namun memiliki potensi untuk disalahgunakan, terutama dalam bentuk cartridge yang dapat langsung digunakan,” ujar Kombes Pol. Argo Yuwono, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.Polisi Gagalkan Peredaran 5.095 Cartridge Etomidate di Kalibata, 3 Orang  Ditangkap

Baca Juga: Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polisi Pergoki Mobil Curian di Jalur Probolinggo Surabaya

Polisi Gagalkan Peredaran Identitas Tersangka dan Peran Mereka

Ketiga tersangka yang ditangkap di lokasi kejadian adalah M, seorang pria berusia 38 tahun yang diduga sebagai pengedar utama, A (42) yang bertindak sebagai kurir, dan S (33), yang diketahui berperan sebagai penyedia obat terlarang tersebut. Polisi menduga bahwa mereka terlibat dalam jaringan distribusi etomidate ilegal yang cukup besar, yang sudah beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia.

“Mereka mendapatkan obat-obatan ini dari jaringan internasional yang memasok etomidate untuk dijual secara ilegal ke sejumlah pasar gelap. Kami sedang mendalami hubungan mereka dengan sindikat lain yang mungkin terlibat,” tambah Argo.

Sementara itu, tersangka M yang berperan sebagai pengedar utama, diketahui memiliki beberapa rekam jejak kriminal di bidang penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Dalam pemeriksaan awal, M mengaku menerima pasokan etomidate dari luar negeri dan kemudian mendistribusikannya ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Polisi kini tengah menelusuri jaringan tersebut untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam rantai distribusi obat ini.

Polisi Gagalkan Peredaran Dampak Penyalahgunaan Etomidate bagi Kesehatan

Etomidate memang dikenal di kalangan medis sebagai anestesi yang digunakan dalam prosedur medis seperti pembedahan minor, terutama untuk induksi anestesi umum. Namun, jika disalahgunakan, obat ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf pusat, pernapasan, dan tekanan darah, yang berisiko fatal jika digunakan tanpa pengawasan medis yang tepat.

Penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cartridge atau cairan injeksi dapat memberikan efek halusinogen dan euforia, mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh beberapa jenis narkoba. Namun, risiko overdosis dan komplikasi kesehatan yang serius jauh lebih tinggi, karena obat ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur pernapasan dan fungsi vital lainnya.

“Etomidate yang disalahgunakan dapat menyebabkan masalah pernapasan yang sangat serius, bahkan berhenti napas, yang bisa berujung pada kematian. Ini adalah obat yang seharusnya hanya digunakan di rumah sakit atau oleh tenaga medis terlatih,” kata Dr. Irfan Rasyid, seorang dokter spesialis anestesi.

Polisi Terus Memburu Jaringan Lainnya

Setelah berhasil menangkap tiga tersangka, polisi kini melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lebih luas yang terlibat dalam distribusi etomidate ilegal. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Bea Cukai dan pihak-pihak berwenang lainnya untuk menelusuri asal usul barang bukti yang telah disita.

“Penangkapan ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberantas peredaran obat terlarang dan obat-obatan yang disalahgunakan. Kami akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membongkar jaringan ini lebih dalam,” ujar Argo.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memperingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan obat-obatan medis yang seharusnya hanya digunakan dalam pengawasan dokter. Kepolisian mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan obat terlarang yang dapat merusak kesehatan dan masa depan individu.

Tindakan Kepolisian dalam Menanggulangi Peredaran Obat Terlarang

Penyelidikan terkait penyalahgunaan etomidate bukanlah kasus pertama yang dihadapi oleh aparat kepolisian. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum Indonesia telah menggagalkan sejumlah jaringan besar yang mencoba menyelundupkan obat-obatan terlarang ke dalam negeri, termasuk berbagai jenis obat medis yang sering disalahgunakan.

Polisi juga telah meningkatkan pengawasan di jalur distribusi dan pemasok barang ilegal untuk mengurangi angka peredaran obat terlarang. Sementara itu, di sisi lain, pihak berwenang juga tengah mendorong penerapan regulasi yang lebih ketat untuk pengawasan distribusi obat-obatan medis agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Skintific