Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polisi Pergoki Mobil Curian di Jalur Probolinggo-Surabaya
Koran Sukabumi — Operasi Keselamatan Semeru 2026 Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Semeru 2026, yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran pengemudi akan keselamatan, Polisi berhasil mengungkap sebuah kasus pencurian mobil di jalur utama Probolinggo-Surabaya. Dalam operasi tersebut, tim gabungan dari Polres Probolinggo dan Polda Jatim menangkap seorang pelaku yang mencoba mengangkut mobil curian melintasi jalur yang padat lalu lintas tersebut.
Keberhasilan ini semakin menambah keseriusan pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru, yang berlangsung mulai awal tahun 2026. Polisi mengungkapkan bahwa operasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, tetapi juga untuk memberantas kejahatan jalanan, seperti pencurian kendaraan bermotor yang marak di beberapa daerah.
Mobil Curian Terpergok Saat Melintas
Insiden tersebut terjadi pada malam hari, saat petugas kepolisian yang tengah melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Raya Probolinggo-Surabaya mendapati sebuah mobil dengan nomor polisi yang terdeteksi mencurigakan. Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan curian yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya di kawasan Surabaya.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Probolinggo, AKP Rahmat Setiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat kerja keras tim patroli yang saat itu sedang melaksanakan penertiban dan pemeriksaan kendaraan secara acak di beberapa titik rawan kejahatan.
“Kami melaksanakan operasi rutin dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru, namun tak disangka, petugas yang berada di lapangan mendapati sebuah mobil yang mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata kendaraan tersebut adalah mobil curian yang sudah masuk dalam daftar pencarian,” ujar AKP Rahmat saat memberikan keterangan
Baca Juga: Respons Keluhan Pengungsi Korban Banjir Aceh
Operasi Keselamatan Semeru 2026 Penangkapan Pelaku Pencurian
Setelah memeriksa identitas kendaraan dan melakukan pelacakan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa mobil tersebut dilaporkan hilang di kawasan Surabaya dan telah masuk dalam daftar mobil yang dicuri. Pelaku yang mengendarai mobil tersebut langsung ditangkap di lokasi tanpa perlawanan. Tersangka, yang diketahui berinisial AR, merupakan seorang pria berusia 34 tahun yang berasal dari Kediri.
Menurut pengakuan pelaku, AR mengatakan bahwa ia baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut dan membeli mobil curian tersebut melalui situs jual beli online dari seseorang yang ia temui di dunia maya. Pelaku mengaku membeli mobil curian dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran dan berencana untuk menjualnya kembali setelah melakukan perbaikan ringan.
Namun, aksi pelaku terhenti saat ia melintasi jalur yang sedang diawasi oleh tim kepolisian. AR kini tengah menjalani proses penyelidikan lebih lanjut dan akan dijerat dengan pasal pencurian kendaraan bermotor sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Pencurian Kendaraan Bermotor.
Operasi Keselamatan Semeru 2026
Operasi Keselamatan Semeru 2026 adalah operasi yang diadakan oleh Polri untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, sekaligus menindak tegas berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk pencurian kendaraan. Tahun ini, operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan fokus utama pada pengawasan kendaraan bermotor, penggunaan helm, kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas, dan pencegahan kecelakaan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kewajiban bagi pengemudi untuk mematuhi peraturan yang berlaku demi keselamatan bersama. Pihak kepolisian berharap, dengan adanya operasi ini, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan masyarakat dapat lebih disiplin dalam berperilaku di jalan raya.
“Operasi Keselamatan Semeru ini tidak hanya menargetkan pengendara yang melanggar aturan, tapi juga kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain selama di jalan raya,” kata Kombes Pol. Hendri Fiuser, Kepala Polda Jawa Timur.
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Selain menekan angka kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, keberhasilan operasi ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar jalur Probolinggo-Surabaya mengungkapkan rasa aman mereka setelah mengetahui adanya patroli rutin dari polisi. Salah seorang warga setempat, Dina Rahayu, mengatakan bahwa ia merasa lebih tenang saat melintasi jalur tersebut, karena polisi sangat sigap dalam melakukan pengawasan dan tindakan preventif.
“Sekarang lebih aman, apalagi banyak polisi yang sering patroli. Kejahatan seperti pencurian mobil atau pencurian lainnya tentu membuat kita takut. Dengan adanya polisi yang aktif, kami merasa lebih aman,” ujar Dina.
Tidak hanya itu, masyarakat juga berharap agar polisi semakin intensif dalam menjalankan operasi dan melakukan pemantauan lebih ketat terhadap potensi kejahatan lainnya, seperti pencurian kendaraan yang marak di berbagai daerah.
Pola Kejahatan yang Semakin Berubah
Kasus ini juga menyoroti pola kejahatan pencurian kendaraan yang semakin berkembang, terutama dengan adanya kemajuan teknologi dan dunia maya yang mempermudah pelaku dalam melakukan transaksi ilegal. Penjual kendaraan curian kini semakin sulit terdeteksi karena mereka sering memanfaatkan platform jual beli online untuk menjual barang curian tanpa adanya interaksi langsung dengan calon pembeli.





