Koran Sukabumi — Ketua TP-PKK Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan dalam Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendidikan masyarakat dalam penyelenggaraan Anugerah Gapura Sri Baduga. Penekanan itu disampaikan saat menghadiri rangkaian penilaian lomba yang digelar di sejumlah kecamatan di Kota Bandung, Minggu (29/9).
baca juga: Polisi Ringkus Dua Tersangka Kasus TPPO Sukabumi
Lomba Gapura sebagai Wadah Kreativitas
Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan ajang tahunan yang menilai kreativitas warga dalam mempercantik lingkungan melalui pembangunan dan dekorasi gapura. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga pada aspek pemberdayaan masyarakat, kebersihan lingkungan, hingga nilai-nilai edukatif.
“Gapura bukan sekadar pintu masuk. Ia simbol semangat gotong royong, kreativitas, sekaligus cerminan karakter warga. Karena itu, penilaiannya harus menyentuh aspek kolaborasi dan pendidikan,” kata Ketua TP-PKK.
Kolaborasi Warga dan Pemerintah
Ketua TP-PKK menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, RT/RW, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan lomba. Gapura yang dibangun tidak boleh hanya mengandalkan dana atau ide dari segelintir pihak, melainkan hasil kebersamaan warga.
“Kebersamaan dalam membuat gapura ini akan menumbuhkan rasa memiliki dan mempererat ikatan sosial,” ujarnya.
Pendidikan dan Nilai Kebudayaan
Selain aspek fisik, peserta lomba juga diminta menampilkan unsur edukasi dan kebudayaan lokal. Gapura bisa menjadi sarana menyampaikan pesan moral, ajakan menjaga lingkungan, hingga nilai sejarah dan budaya.
“Gapura yang baik adalah yang mampu mendidik warganya, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan, budaya, dan kebersihan kota,” jelasnya.
Antusiasme Masyarakat
Penilaian lomba kali ini disambut meriah. Banyak warga menampilkan gapura dengan desain kreatif berbahan bambu, tanaman hias, dan ornamen tradisional.
“Gapura ini kami bangun bersama warga selama seminggu. Malam-malam pun gotong royong, karena kami ingin kampung kami lebih hidup,” ungkap seorang ketua RW.
Harapan Berkelanjutan
Ketua TP-PKK berharap Anugerah Gapura Sri Baduga tidak hanya menjadi lomba tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan. “Semoga kegiatan ini memicu lahirnya lingkungan-lingkungan yang lebih indah, bersih, dan berkarakter,” pungkasnya.
Penutup
Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga bukan hanya tentang siapa yang memiliki gapura terindah, melainkan bagaimana setiap karya bisa menumbuhkan rasa bangga, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan nilai pendidikan bagi masyarakat.






