Banjir di Pekalongan: Tiga Perjalanan Kereta Api Terganggu, Empat Lainnya Harus Berjalan Memutar
Koran Sukabumi – Banjir di Pekalongan besar yang melanda Pekalongan pada Rabu (18/1) menyebabkan gangguan signifikan pada lalu lintas kereta api di wilayah tersebut. Akibatnya, tiga perjalanan kereta api mengalami penundaan dan terganggu, sementara empat kereta lainnya terpaksa melakukan rute memutar untuk menghindari jalur yang terendam air.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang sangat deras dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan beberapa wilayah di Pekalongan terendam, termasuk jalur kereta api yang melewati kota tersebut. Kereta yang melintasi rute tersebut, yang merupakan jalur vital antara Jakarta dan Surabaya, mengalami kendala dalam hal waktu tempuh dan keamanan penumpang.
Dampak Banjir pada Lalu Lintas Kereta Api
Pusat Informasi Kereta Api (PT KAI) menyatakan bahwa sebanyak tiga perjalanan kereta api yang melintas melalui Stasiun Pekalongan terpaksa dibatalkan sementara karena jalur rel terendam banjir. Sementara itu, empat kereta api lainnya harus mengambil rute alternatif dengan memutar, yang tentu saja menyebabkan keterlambatan yang cukup signifikan.
“Kami sedang berupaya maksimal untuk mengatur ulang jadwal perjalanan kereta api. Tiga perjalanan terpaksa dibatalkan karena jalur yang dilalui tidak aman, sementara empat perjalanan lainnya dialihkan ke jalur alternatif,” ujar Edy Kuswanto, Humas PT KAI Daop 5.
Jalur kereta api yang terdampak banjir meliputi rute Pekalongan-Batang-Semarang, yang merupakan jalur utama untuk kereta api lokal dan jarak jauh. Ketinggian air yang mencapai 40 cm hingga 1 meter di beberapa titik rel menyebabkan risiko tinggi bagi keselamatan perjalanan kereta.
Perjalanan Kereta yang Dibatalkan
Tiga kereta api yang mengalami gangguan perjalanan akibat banjir tersebut adalah:
-
KA Argo Muria yang melayani rute Jakarta – Semarang.
-
KA Tegal Ekspres yang melayani rute Jakarta – Tegal.
-
KA Pasundan yang melayani rute Jakarta – Surabaya.
Penumpang dari ketiga kereta api tersebut diberitahu melalui pengumuman di stasiun bahwa perjalanan mereka dibatalkan sementara karena kondisi cuaca dan banjir yang membahayakan jalur kereta.
“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang. Namun, demi keselamatan bersama, kami harus menghentikan sementara perjalanan kereta ini,” ujar Edy.
Empat Kereta Berjalan Memutar
Selain tiga kereta yang dibatalkan, empat perjalanan kereta lainnya terpaksa mengambil rute memutar untuk menghindari kawasan yang terdampak banjir. Rute alternatif ini membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan terdampak keterlambatan.
Keempat kereta yang menjalani rute memutar adalah:
-
KA Gumarang (rute Jakarta – Surabaya).
-
KA Fajar Utama (rute Jakarta – Yogyakarta).
-
KA Jaka Tingkir (rute Solo – Jakarta).
-
KA Siliwangi (rute Bandung – Jakarta).
Rute alternatif yang digunakan oleh kereta-kereta ini mengharuskan mereka untuk melewati beberapa jalur yang lebih jauh, termasuk rute Batang – Kendal – Semarang, yang membuat perjalanan mereka lebih lama daripada biasanya.
Baca Juga: Pemerintah Estimasikan Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Sumatera Rp 51,8 Triliun
Kondisi Banjir dan Dampaknya di Pekalongan
Banjir yang melanda Pekalongan disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 24 jam. Sungai-sungai yang melintas di wilayah ini, termasuk Sungai Keris, meluap dan menggenangi pemukiman serta jalur transportasi, termasuk jalur kereta api.
“Banjir terjadi akibat hujan deras yang turun dalam waktu lama. Rel kereta api di beberapa titik terendam, dan kami terus memantau situasi ini untuk menghindari kejadian yang lebih buruk,” kata Wawan Sutrisno, Kepala Stasiun Pekalongan.
Selain gangguan pada perjalanan kereta, banjir juga menyebabkan terhambatnya aktivitas ekonomi, terutama di sekitar kawasan pasar dan terminal Pekalongan. Banyak kendaraan yang terhenti karena jalan terendam air, dan aktivitas perekonomian menjadi terhenti sementara.
Upaya Pemulihan dan Prediksi Cuaca
“Kami mengimbau para penumpang untuk selalu memantau informasi terbaru mengenai jadwal perjalanan kereta. Kami juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berjanji untuk segera memulihkan layanan secepat mungkin,” ujar Edy Kuswanto.
Bagi penumpang yang terdampak, PT KAI juga memberikan pilihan pengembalian tiket atau penjadwalan ulang perjalanan mereka tanpa dikenakan biaya tambahan, mengingat kondisi darurat yang sedang terjadi.
Tantangan Infrastruktur dan Antisipasi ke Depan
Gangguan transportasi ini mengungkapkan betapa pentingnya peningkatan infrastruktur kereta api, khususnya untuk menghadapi fenomena cuaca ekstrim. Diperlukan investasi lebih lanjut dalam penguatan jalur rel dan sistem drainase di kawasan rawan banjir seperti Pekalongan untuk menghindari gangguan serupa di masa depan.
“Kami akan terus memperbaiki sistem dan infrastrukturnya.
Kesimpulan: Dampak Banjir yang Terus Dipantau
Banjir di Pekalongan telah mengganggu perjalanan kereta api dan membuat sejumlah perjalanan terhambat, namun upaya pemulihan sudah dimulai.





