Koran Sukabumi – 3 Kasus Keracunan MBG di Sukabumi, Makanan Tercemar Jamur dan Bakteri Tiga kasus keracunan massal akibat makanan bermerek dagang MBG terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Hasil uji laboratorium terbaru mengungkap bahwa makanan tersebut terkontaminasi jamur dan bakteri, sehingga memicu gangguan kesehatan pada puluhan warga.
baca juga: Nasib Malang Wisatawan Hilang di Pantai Sukabumi, Ditemukan Jadi Mayat
Kronologi Kejadian
Kasus pertama dilaporkan pada awal September, disusul kasus kedua di pertengahan bulan, dan terakhir pada pekan lalu. Semua kasus melibatkan konsumsi produk makanan siap saji yang dijual dengan merek MBG.
Warga yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami gejala serupa, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam. Sebagian korban sempat mendapat perawatan intensif di puskesmas dan rumah sakit setempat.
Hasil Uji Laboratorium
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dr. (…), menyatakan hasil uji sampel menunjukkan adanya kontaminasi mikroba.
“Ditemukan pertumbuhan jamur dan bakteri patogen pada makanan MBG. Kontaminasi ini sangat berisiko menimbulkan keracunan jika dikonsumsi,” jelasnya, Selasa (…).
Pihaknya juga memastikan investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengetahui proses produksi, penyimpanan, maupun distribusi makanan tersebut.
Langkah Penanganan
Dinas Kesehatan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung telah melakukan penyitaan sejumlah produk MBG dari lapangan. Selain itu, pengawasan diperketat agar produk serupa tidak lagi beredar sebelum ada jaminan keamanan pangan.
“Kami juga sudah menginstruksikan puskesmas dan rumah sakit agar segera melaporkan bila ada temuan kasus baru terkait konsumsi produk ini,” tambahnya.
Respons Warga dan Pemerintah
Sejumlah warga yang terdampak meminta agar pemerintah mengambil langkah tegas terhadap produsen.
Sementara itu, Bupati Sukabumi menyatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan ada pertanggungjawaban dari pihak produsen.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Edukasi Keamanan Pangan
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati memilih makanan.
Harapan ke Depan
Dengan terungkapnya penyebab keracunan ini, pemerintah berharap masyarakat lebih waspada dan produsen makanan dapat meningkatkan standar higienitas serta keamanan produksi.






